Persamaan Kata Untuk dan Bedanya dengan Bagi

Kalau sedang menulis pesan santai atau mengobrol lewat WhatsApp, kata buat bisa langsung menggantikan untuk tanpa mengubah maksud kalimat. Tapi di tulisan formal, pilihannya lebih banyak dan tiap kata punya aturan pakai sendiri.

Persamaan Kata Untuk dan Tingkat Kemiripannya

Sangat Dekat

Buat adalah satu-satunya kata yang benar-benar bisa menggantikan untuk di hampir semua kalimat lisan atau santai tanpa mengubah makna sama sekali. Bedanya cuma soal keresmian: buat terdengar akrab, untuk terdengar netral dan aman dipakai di mana saja.

Cukup Dekat

Bagi lebih formal dan cocok dipakai saat menyebut penerima manfaat, misalnya dalam kalimat kebijakan atau pengumuman resmi. Guna juga formal, tetapi khusus menandai tujuan atau fungsi, dan lebih sering muncul dalam tulisan tertulis daripada percakapan. Demi menekankan alasan atau kepentingan yang mendorong sebuah tindakan, jadi nadanya lebih kuat dibanding untuk yang netral.

Berkaitan tetapi Tidak Bisa Ditukar Langsung

Agar dan supaya menghubungkan klausa tujuan, bukan menandai objek atau penerima seperti untuk. Kepada menandai arah tindakan menuju seseorang, bukan manfaat yang diterima, jadi tidak bisa dipakai untuk menggantikan untuk pada kalimat seperti “hadiah untuk adik”.

Arti Kata Untuk

Untuk termasuk kata depan (preposisi). Makna pertama, yang jadi acuan utama pengelompokan di atas, adalah menyatakan tujuan atau maksud, seperti pada “belajar untuk ujian”. Makna kedua menyatakan peruntukan atau penerima manfaat, seperti “kado untuk Rani”. Makna ketiga menyatakan penggantian atau kurun waktu tertentu, misalnya pada frasa “untuk sementara” atau “untuk seorang anak seusianya, dia sangat mandiri”.

Bentuk Baku Kata Untuk

Untuk adalah bentuk baku menurut KBBI dan aman dipakai di semua jenis tulisan. Singkatan “utk” lazim dipakai di pesan singkat atau catatan pribadi, tetapi tidak baku dan sebaiknya dihindari dalam surat resmi, laporan, atau tulisan sekolah. Di antara persamaan kata pada daftar di atas, hanya buat yang tergolong ragam percakapan; sisanya (bagi, guna, demi, agar, supaya, kepada) berstatus baku dan bisa dipakai dalam tulisan formal.

Contoh Kalimat

  1. “Titip bungkusin nasi goreng satu buat aku ya, Bang,” kata Rina ke tukang gerobak langganannya.
  2. Beasiswa ini disediakan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang berprestasi di sekolah.
  3. Sekolah mengadakan rapat orang tua guna membahas rencana study tour tahun ini. Kata guna terasa kaku bila dipakai untuk menyebut hadiah atau barang, jadi lebih pas dipakai untuk tujuan kegiatan.
  4. Ayah bekerja lembur setiap malam demi membiayai kuliah anak-anaknya. Demi membawa nada perjuangan, jadi jangan dipakai untuk kalimat yang netral seperti menyebut penerima kado.
  5. Surat pengunduran diri ini saya sampaikan kepada Bapak Direktur selaku pimpinan perusahaan.

Kata Terkait

  • Peruntukan, kata benda turunan yang menunjukkan hasil dari makna untuk sebagai penerima manfaat, misalnya “peruntukan lahan untuk fasilitas umum”.
  • Tujuan, kata benda yang sering berpasangan dengan untuk dalam kalimat yang menjelaskan maksud suatu tindakan.
  • Kepentingan, cakupannya lebih luas dari untuk dan sering muncul bersama demi, misalnya “demi kepentingan bersama”.