Persamaan Kata Adalah dan Bedanya dengan Ialah

Untuk hampir semua kalimat, padanan paling aman dari kata adalah ialah kata ialah. Kalau tulisannya resmi, misalnya laporan kerja atau skripsi, merupakan biasanya terdengar lebih rapi.

Persamaan Kata Adalah dan Tingkat Kemiripannya

Sangat Dekat

  • ialah – satu-satunya kata yang bisa langsung menggantikan kata target di hampir semua kalimat tanpa mengubah makna. Nuansanya sedikit lebih formal dan sering dipakai untuk merumuskan definisi atau menyebut identitas seseorang.

Cukup Dekat

  • merupakan – berkelas verba dan lazim di laporan, notula, serta karya ilmiah. Syaratnya satu: penjelas di belakangnya harus kata benda atau frasa nomina. “Hasil rapat merupakan keputusan bersama” wajar, tetapi “Ruangannya merupakan sempit” salah.
  • yaitu – dipakai untuk memerinci, bukan mendefinisikan. Setelah menyebut hal yang umum, rinciannya disebut di belakangnya: “tiga kota, yaitu Bandung, Solo, dan Malang”. Menukarnya dengan kata target di kalimat definisi akan terasa kacau.
  • yakni – fungsinya sama dengan yaitu, tetapi terasa lebih formal dan lebih sering muncul di tulisan resmi.

Berkaitan tetapi Tidak Bisa Ditukar Langsung

  • sebagai – maknanya bergeser dari identitas menjadi peran atau fungsi.
  • itu – kopula ragam percakapan, seperti “Dia itu kakak saya”.
  • ada – menyatakan keberadaan, bukan identitas.
  • tergolong – menempatkan sesuatu ke dalam kelompok, sehingga cakupan maknanya menyempit.

Arti Kata Adalah

Menurut KBBI, kata ini berkelas verba dan berfungsi sebagai kopula, yaitu penghubung antara subjek dan penjelasnya. Dalam bahasa sehari-hari maknanya: identik dengan, sama maknanya dengan, atau termasuk dalam golongan tertentu. Pengelompokan di atas mengacu pada pemakaian kopula ini, yakni penghubung antara subjek dan predikat berupa kata benda. Perlu diingat, kopula ini tidak dipakai di depan kata sifat atau kata kerja. Jadi bukan “Rumahnya adalah besar”, cukup “Rumahnya besar”.

Bentuk Baku Kata Adalah

Bentuk targetnya baku dan terdaftar di KBBI, dan tidak ada varian ejaan yang bersaing dengannya. Kesalahan yang paling sering muncul bukan soal ejaan, melainkan soal pemakaian: gabungan “adalah merupakan” berlebihan karena keduanya berfungsi sama, jadi pilih salah satu saja. Kemudian yaitu dan yakni ditulis serangkai, bukan “ya itu”; keduanya baku. Adapun itu sebagai kopula, seperti “Dia itu guru”, tergolong ragam percakapan, jadi sebaiknya dihindari di tugas sekolah dan laporan kantor. Sisanya, yaitu ialah, merupakan, sebagai, dan tergolong, semuanya baku dan aman dipakai di tulisan resmi.

Contoh Kalimat

  1. Dalam tugas Bahasa Indonesia, saya menulis bahwa gotong royong ialah kerja sama warga untuk kepentingan bersama.
  2. Keterlambatan pengiriman merupakan keluhan terbanyak dari pelanggan bulan ini.
  3. Panitia dibagi ke dalam tiga divisi, yaitu acara, konsumsi, dan dokumentasi. Perhatikan bahwa rincian seperti ini didahului koma dan hanya muncul setelah hal umumnya disebut lebih dulu.
  4. “Bu Sari itu tetangga saya di gang sebelah,” kata Dwi di kantin kampus. Bentuk ini wajar dalam percakapan, tetapi jangan dipakai di laporan.
  5. Pak Rudi ditunjuk sebagai ketua panitia HUT kelurahan. Di sini yang ditegaskan peran Pak Rudi, bukan jati dirinya, sehingga maknanya tidak lagi sama dengan kalimat identitas.

Kata Terkait

  • ada – kata dasar yang menyatakan keberadaan, fungsinya sering tertukar dengan kopula.
  • adanya – bentuk turunan, lazim dalam frasa seperti “adanya perubahan aturan”.
  • adapun – kata penghubung untuk membuka atau berpindah topik dalam paragraf.
  • bahwa – penghubung yang mengantar klausa penjelas, sering muncul berdampingan dalam kalimat definisi resmi.
Atika Zahra

Penulis di Sinonim.forum kegiatan setiap hari kuliah dan membantu orang tua di rumah. Jika ada waktu luang saya lebih suka menulis.